SELF DRIVING
![]() |
| Anak Desa |
Sejak lahir manusia diberi “ Kendaraan
“ yang kita sebut dengan “ Self ” .Hanya dengan self
driving,manusia bisa mengembangkan semua potensinya dan mencapai sesuatu yang
tak pernah terbayangkan. Sedangkan mentalitas “Passenger” yang ditanam sejak
kecil,dan diberikan para eksekutif,hanya akan menghasilkan keluhan dan
keterbelengguan.dengan kata lain hal-hal yang ditanamkan sejak dari kecil
hendaknya kita kembangkan terus menerus sampai saat kita dewasa nanti dan
menjadi seorang pemimpin bagi keluarga ataupun Negara.namun akan tetapi
dikalangan remaja saat ini sulit sekali yang namanya menghilangkan “Passenger”
yaitu kecendrungan akan selalu menjadi penumpang dengan selalu mengikuti yang
ada didepannya. Para Passenger ini tidak mau untuk menjadi Driver dikarenakan
pada zona ini manusia sudah terlalu nyaman dan malas untuk melakukannya
sendiri,cenderung harus diperintah baru mengerjakan tidak ada inisiatif untuk
memulainya duluan dan takut untuk melakukan kesalahan.padahal hal seperti ini
harus kita buang jauh-jauh dari pikiran dan sikaf kita jika ingin menjadi
seorang Driver.
Beberapa hal yang penting dan kita terapkan dalam
kehidupan sehari-hari untuk menjadi seorang “Driver” bagi diri kita
dan “Driver”
bagi orang lain jangan selalu menjadi “Passenger” yang berada dibelakang Driver
terus-menerus sesekali kita harus bisa menjadi Driver yang bisa diikuti oleh
orang lain.berikut hal-hal yang harus diingat:……!!!!
1. Sesuatu
yang ada dalam dirimu itulah kendaraanmu.Ia telah menjelma menjadi kekuatan
mencipta berkarya,berprestasi atau berkreasi.Kita menyebutnya sebagai gabungan
antara kompetensi ( what you can do),kecekatan
( how agile you are),dan perilaku (your attidute your gesture).
1. Driver
adalah sebuah sikaf hidup yang membedakan dirinya dengan “passenger”Anda
tinggal memilih ingin duduk manis,menjadi penumpang dibelakang,atau mengambil
resiko sebagai di depan ?
1.Seorang
Driver tidak cukup hanya bermodalkan tekad dan semangat,ia butuh referensi dari
pengetahuan akademis.
1.Saya
Berpikir,selama saya sekolah,pastilah bukan hanya ilmu buku yang saya
dapatkan.saya memilih untuk melakukan perubahan.
1.Padahal
karier kita adalah tanggung jawab kita,dan mereka yang mengambil inisiatif
untuk berganti kuadran di usia 40-50an adalah sama dengan belajar kembali.
1. Pilihan
yang dipaksakan bias berujung kegalauan,sedangkan pilihan yang sukarela
berujung pada kesadaran untuk keluar dari zona nyaman.
1. Sebab,bagi
seorang passenger yang kariernya sudah tak berkembang lagikalau diikuti dengan
ketidakpuasan terus-menerus,besar kemungkinan menjadi toxic employee,bad
passenger - alias pegawai yang tersakiti sekaligus “sakit”dan menyulitkan orang
lain
1.Salah
satu persoalan berat yang dihadapi bangsa ini dalam menghadapi perubahan ialah
rendahnya kemampuan kita untuk keluar dari Comfort Zone.
1. Pilihan
yang dipaksakan bias berujung kegalauan,sedangkan pilihan yang sukarela
berujung pada kesadaran untuk keluar dari zona nyaman.
1.Salah
satu persoalan berat yang dihadapi bangsa ini dalam menghadapi perubahan ialah
rendahnya kemampuan kita untuk keluar dari Comfort Zone.







0 komentar:
Posting Komentar