Sabtu, 20 Februari 2016
Muda Berprestasi
02.01
No comments
Yang Muda Yang Berprestasi
Fenomena munculnya atasan muda ,professional muda saat
ini bukan barang baru
Penguasaan skill
·
Terbukanya akses pendidikan yang lebih
bagus
·
Semakin mudah informasi.
·
Semakin bagusnya penemuan-penemuan
·
Semakin bagusnya penguasaan skill
·
Semakin berlimpahnya penyedia resource
,maka diperkenalkan jumlah atasan mudaa dinegara maju dan negara yang mau maju
[developing countries] akan terus bertambah.
Yang menyebabkan pengusaha muda yang berprestasi
1. Murni
prestasinya karena karir bagus.[pandangan untuk individu yang pandai/cerdas]
Walau usia muda,karena karir bagus,ia
tetap terpilih karena memang mempunyai alasan yang layak untuk itu.
2. Dukungan
keluarga dan restasi.
Ia terpilih sebagai atasan karena
pemilik usaha atau perusahaannya adalah keluarga,selain keluarga,pilihan itu
memang karena kualitasnya dipandang layak untuk dipilih.
3. Jerih
payah usahana sendiri .ia terpilih sebagai atasan karena usaha sendiri yang
dirintis sejak awal.[pandangan untuk individual yang rajin]
Karakteristik orang yang sudah sanggup
mengaktualisasikan diri
·
Mempunyai persepsi sederhana[tidak
ruwet]mengenai lingkungannya.
·
Dapat menerima diri dan orang lain.
·
Tidak suka ikut-ikutan
·
Lebih meningkat ‘keinginan’ dari pada
‘kekesalan’
·
Mempunyai privasi,cenderung tidak merasa
kesepian.
·
Mempunyai pengalaman spiritual yang
mencerahkan.
·
Dapat menghargai orang lain
·
Berkarakter demokratis
·
Mempunyai gaya hidup yang kreatif
Bagaimana menjadi berprestasi,namun bijak ???
·
Belajar dari pengalaman
sendiri(intrapersonal,learning skill.problem solving ok)
·
Meningkatkan empati (interpersonal baik)
·
Meingkatkan profesionalitas
·
Spiritualitas yang baik.
SELF DRIVING
01.44
No comments
SELF DRIVING
![]() |
| Anak Desa |
Sejak lahir manusia diberi “ Kendaraan
“ yang kita sebut dengan “ Self ” .Hanya dengan self
driving,manusia bisa mengembangkan semua potensinya dan mencapai sesuatu yang
tak pernah terbayangkan. Sedangkan mentalitas “Passenger” yang ditanam sejak
kecil,dan diberikan para eksekutif,hanya akan menghasilkan keluhan dan
keterbelengguan.dengan kata lain hal-hal yang ditanamkan sejak dari kecil
hendaknya kita kembangkan terus menerus sampai saat kita dewasa nanti dan
menjadi seorang pemimpin bagi keluarga ataupun Negara.namun akan tetapi
dikalangan remaja saat ini sulit sekali yang namanya menghilangkan “Passenger”
yaitu kecendrungan akan selalu menjadi penumpang dengan selalu mengikuti yang
ada didepannya. Para Passenger ini tidak mau untuk menjadi Driver dikarenakan
pada zona ini manusia sudah terlalu nyaman dan malas untuk melakukannya
sendiri,cenderung harus diperintah baru mengerjakan tidak ada inisiatif untuk
memulainya duluan dan takut untuk melakukan kesalahan.padahal hal seperti ini
harus kita buang jauh-jauh dari pikiran dan sikaf kita jika ingin menjadi
seorang Driver.
Beberapa hal yang penting dan kita terapkan dalam
kehidupan sehari-hari untuk menjadi seorang “Driver” bagi diri kita
dan “Driver”
bagi orang lain jangan selalu menjadi “Passenger” yang berada dibelakang Driver
terus-menerus sesekali kita harus bisa menjadi Driver yang bisa diikuti oleh
orang lain.berikut hal-hal yang harus diingat:……!!!!
1. Sesuatu
yang ada dalam dirimu itulah kendaraanmu.Ia telah menjelma menjadi kekuatan
mencipta berkarya,berprestasi atau berkreasi.Kita menyebutnya sebagai gabungan
antara kompetensi ( what you can do),kecekatan
( how agile you are),dan perilaku (your attidute your gesture).
1. Driver
adalah sebuah sikaf hidup yang membedakan dirinya dengan “passenger”Anda
tinggal memilih ingin duduk manis,menjadi penumpang dibelakang,atau mengambil
resiko sebagai di depan ?
1.Seorang
Driver tidak cukup hanya bermodalkan tekad dan semangat,ia butuh referensi dari
pengetahuan akademis.
1.Saya
Berpikir,selama saya sekolah,pastilah bukan hanya ilmu buku yang saya
dapatkan.saya memilih untuk melakukan perubahan.
1.Padahal
karier kita adalah tanggung jawab kita,dan mereka yang mengambil inisiatif
untuk berganti kuadran di usia 40-50an adalah sama dengan belajar kembali.
1. Pilihan
yang dipaksakan bias berujung kegalauan,sedangkan pilihan yang sukarela
berujung pada kesadaran untuk keluar dari zona nyaman.
1. Sebab,bagi
seorang passenger yang kariernya sudah tak berkembang lagikalau diikuti dengan
ketidakpuasan terus-menerus,besar kemungkinan menjadi toxic employee,bad
passenger - alias pegawai yang tersakiti sekaligus “sakit”dan menyulitkan orang
lain
1.Salah
satu persoalan berat yang dihadapi bangsa ini dalam menghadapi perubahan ialah
rendahnya kemampuan kita untuk keluar dari Comfort Zone.
1. Pilihan
yang dipaksakan bias berujung kegalauan,sedangkan pilihan yang sukarela
berujung pada kesadaran untuk keluar dari zona nyaman.
1.Salah
satu persoalan berat yang dihadapi bangsa ini dalam menghadapi perubahan ialah
rendahnya kemampuan kita untuk keluar dari Comfort Zone.












